Tuesday, November 24, 2009

Mendengkur

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Kadangkala seseorang tidur mengorok sebagai pertanda tidurnya lelap. Tetapi pada kenyataannya tidak seperti yang kita lihat. Kebiasaan ngorok atau mendengkur bukan menandakan bahwa tidur orang itu nyenyak dan berkualitas,namun ini bisa menandakan adanya gangguan pada kesehatan.

Pada saat bernapas udara masuk lewat hidung dan mengalir melalui tekak dan tenggorokan menuju ke paru-paru. Bila terjadi gangguan berarti pasokan oksigen ke otak menjadi tidak lancar sehingga tekanan darah bisa meninggi. Gangguan terhadap (perjalanan) udara ini memicu terjadinya suara dengkur atau ngorok. Seiring bertambahnya usia dan berkurangnya aktivitas fisik, otot pada jalan pernapasan termasuk palatum menjadi kian lemah. Karena itu, kebiasaan mendengkur cenderung dialami orang usia lanjut.

Penyebab Mendengkur

· Kelainan anatomi hidung

· Palatum berbentuk panjang dan lemah dapat menyentuh dinding belakang tenggorok ketika bernapas

· Posisi kepala yang salah saat tidur

· Penyempitan rongga pernapasan akibat radang atau infeksi

· Tumbuh tumor di rongga hidung, belakang hidung atau belakang tenggorok





Empat Pola Mendengkur

1. Mendengkur ringan yang terjadi hanya bila seseorang tidur telentang, tidak disertai henti napas (apnea)

2. Mendengkur yang menetap pada semua posisi tidur, tanpa henti napas

3. Mendengkur yang menetap dengan beberapa episode henti napas dan sering mengantuk di siang hari

4. OSA (Obstructive Sleep Apnea), yaitu mengorok dan mengalami henti napas hingga jalan napas tertutup rapat sehingga orang tersebut akan gelagapan di dalam tidurnya



Gejala-gejala Khas OSA

- Sering berganti posisi tidur

- Mimpi tercekik atau mimpi buruk

- Sering terbangun pada malam hari dengan jantung berdebar

- Saat bangun pagi, biasanya penderita merasa tidak cukup tidur dan kurang segar

- Penderita juga bangun pagi dengan rikuh, serba salah, mulut kering dan sakit kepala

- Selalu pindah posisi tidur dan gelisah, tidur menendang-nendang

- Hiperaktif

- Selalu pusing bila bangun tidur, mata merah

- Selalu buang air kecil selama waktu tidur, sehingga mengalami iritasi

- Hearthburn (dada terasa panas)

- Bangun tidur dengan kondisi lesu dan haus

- Kehilangan memori

- Kehilangan daya konsentrasi

- Terganggunya syaraf motorik

- Kelelahan sepanjang hari

- Selalu mengantuk sepanjang hari

Mendengkur yang disertai henti napas, apalagi saluran napasnya sampai tertutup, amat berbahaya. Keadaan itu mengakibatkan pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang dan tekanan darah pun meningkat. Dalam kondisi seperti itulah orang bisa terkena serangan jantung atau stroke.

Untuk mengatasi gangguan mendengkur ada dua cara, yaitu :

Tanpa Bedah

· Menurunkan berat badan

· Menghindari minum alcohol atau obat tidur

· Mengatur posisi tidur dengan mencegah posisi telentang

· Berolahraga untuk memperbaiki tonus otot

· Memberikan obat-obat tertentu yang mengaktifkan syaraf



Degan Bedah

* Tonsilo adenoidektomi untuk menghilangkan dengkuran maupun OSA seperti pada anak-anak yang dicetuskan oleh hipertrofi tonsil

* Operasi mengangkat tumor, polip, dan rekonstruksi jalan napas kalau diakibatkan oleh kelainan patologik.

* 4 bulan lalu


Mengapa:
Kebiasaan mendengkur atau ngorok disaat tidur sungguh mengganggu teman tidur. Entah itu suami, istri, kakak, adik, atau teman tidur lainnya pasti akan jengah dengan kebiasaan tidur ngorok anda. Apalagi kalau yang mendengkur itu adalah perempuan, walaupun cantik namun akan terlihat kurang feminim. Berikut adalah ramuan tradisional untukmengatasi kebiasaan ngorok / mendengkur saat tidur

Bahan:
- 2 sendok makan madu asli
- 2 ruas kunir atau kunyit

Pengolahan:
- Kunir di gepengkan / diparut, lalu diperas airnya.
- Campurkan dengan madu asli, dan aduk hingga rata.
- Minum ramuan ini setiap hari selama seminggu.
- Bila kebiasaan ngorok / mendengkur sudah hilang, maka selanjutnya cukup seminggu sekali jika memang ingin.

sumber:http://eh.web.id/menghilangkan-kebiasaan-mendengkur/

tapi ati2 lho, ngorok juga punya efek buruk bos....

Hampir setiap orang "Ngorok" ! Berdasarkan hasil penelitian dari Amercian Academy of Otolaryngology; ternyata minimum hampir setiap dua orang di dunia Ngorok atau mendengkur. Hanya karena malu atau mungkin juga tidak pernah merasakan atau mengetahuinya, sehingga anda tidak menyadarinya, bahwa anda juga sebenarnya Ngorok !

Hanya beda bunyi ukuran keras suara desibel (dB) nya saja. Mungkin yang satu sekeras bunyi suara pesawat jet yang lepas landas (120 dB) atau hanya sekedar seperti bunyi suara mendengkurnya kucing (30 dB).

Kebanyakan wanita di dunia ini merasa seperti punya suami Bajay Bajuri, masalahnya begitu sang suami tidur, langsung terdengar bunyi suara bajay bobrok yang bunyi kerasnya mampu merubuhkan dinding ataupun atap rumah. Maka tidaklah heran kalau banyak pasangan di dunia ini cerai hanya karena akibat tidak tahan mendengar bunyi
ngorok pasangannya.

Banyak wanita maupun pria yang khusus memutuskan untuk melajang terus menerus, karena merasa malu, apabila mereka kedengaran tidur ngorok ! Bahkan pernah terjadi dimana sang istri membunuh suaminya dengan bantal, karena tidak tahan bunyi ngorok suaminya! Mungkin anda akan tertawa membaca tulisan ini, tetapi cobalah rekam sendiri bunyi suara dengkur anda, bisa-bisa andalah yang akan menjadi korban pembunuhan yang berikutnya.

Aneh tapi nyata, banyak pria yang berpendapat, bahwa kalau perempuan mendengkur itu tidak elok alias tidak cantik, sehingga bagaimana cantik dan ayunya sang gadis kalau sudah mendengkur, maka nilai kecantikannya akan turun drastis !

Masalah ngorok ini adalah masalah sulit, sebab si pendengkur susah,si pendengar pun terganggu. Dengkuran ini bisa dibedakan antara yang ringan dan yang keras. Pada umumnya pria diatas 40 tahun mendengkur jauh lebih keras daripada yang lainnya, terutama pria yang berkelebihan berat badan. Apakah anda tahu bahwa mendengkur pun bisa menurunkan gairah seks anda ?

Ada pola mendengkur dengan henti napas ini disebut "Obstructive Sleep Apnea Syndrome" (OSAS) atau gangguan napas obstruktif saat tidur. Hampir sepertiga pria penderita OSAS jadi impotent.

Berdasarkan hasil penelitian ternyata 41,9% serangan stroke terjadi pada saat tidur dan sekitar 70% dari mereka adalah pendengkur !

Dengkur atau ngorok dalam bahasa medis disebut Rhonchopathie. Pada umumnya semakin bertambah usia seseorang dan juga semkain bertambahnya berat badan, maka bertambah keras pula bunyi dengkurnya.

Berdasarkan penelitian pada umumnya orang menjadi pendengkur, karena pada saat ketika mereka masih bayi tidak pernah mendapakan susu ASI dari ibu kandungnya. Menyusu dari botol bisa merubah pola pernafasannya seseorang. Oleh sebab itulah di Eropa ada dot atau nipple karet khusus bukannya untuk bayi melainkan untuk orang dewasa, sebagai sarana untuk menghilangkan sifat ngorok.

Sudah ratusan tahun orang berusaha untuk mencoba menghilangkan dengkur, mulai dari membuat topeng khusus dari kulit, sampai alat pengikat hidung maupun mulut. Cara lainnya ialah dengan menggunakan elektro schock atau dengan strum listrik, begitu anda ngorok langsung alat tersebut mengeluarkan strum khusus untuk membangunkan anda.

Di Jerman ada satu museum khusus, mungkin satu-satunya museum di dunia yang khusus memperlihatkan alat-alat penangkal dengkur. Museum ini adanya di kota Alfeld (Niedersachsen).

Bermacam-macam alat maupun tablet penangkal dengkur ada di pasaran, tetapi jarang ada yang tokcer manjur tulen. Cara yang terbaik menghilangkan dengkur adalah melalui operasi. Cara lain yang paling mudah dan murah ialah menurunkan berat badan atau berhenti merokok.

Anda tidak perlu malu, apabila anda termasuk pendengkur berat, sebab terbuktikan mantan perdana menteri Inggris Sir Winston Churcil, komponis Jerman – Johannes Brahms maupun sang jenius Albert Einstein sekalipun mereka semua termasuk anggota dari klub pendengkur kelas berat/keras !

Daya tahan seseorang terhadap bunyi keras atau lembutnya suara dengkuran, tergantung dari rasa kasihnya seseorang. Apabila kita mengasihi pasangan kita, walaupun ia mendengkur seperti kerbau tidur, tetap bisa di toleransi sehingga tidak akan merasa terganggu oleh bunyi suara dengkurannya. Buktinya berapa banyak orang bisa tidur dengan lelap di depan TV ataupun di depan radio yang bunyi suaranya jauh lebih keras daripada suara dengkuran.

Hanya satu saja yang sebaiknya dihindar ialah pada saat seminar, rapat, ataupun khotbah, jangan sampai suara bunyi dengkur anda jauh lebih keras daripada si pembicara.

sumber:http://spirit-zone.blogspot.com/2008/04/tidur-ngorok-bisa-menurunkan-gairah.html

No comments:

Post a Comment